• MA NURUL ANWAR SENTANI
  • PELAYANAN TERBAIK ADALAH IBADAHKU

PERAN IBU BAPAK UNTUK ANAKNYA YANG MONDOK

Banyak orang tua berfikir, ketika memasukkan anaknya ke pondok, nanti setelah keluar langsung menjadi anak shalih shalihah, hafidz hafidzah, bahkan bisa jadi ulama besar.

Padahal, kesuksesan anak dalam belajar sangat ditentukan oleh peran dan dukungan orang tuanya, minimal dalam dua hal :
(1) Kemauan membiayai dengan usaha yang halal.
(2) senantiasa mendukung dengan doa dan amal.
Tanpa hal itu, sangat kecil kemungkinan si anak bisa sukses dalam belajar agama. Karena anak shalih adalah buah usaha dan hadiah untuk orang tua yang mau bersungguh-sungguh memohon kepada Allah.

Bukan untuk yang hanya sekedar kepengen saja. Emangnya ada orang tua yang punya cita-cita punya anak durhaka ?
Penjahat sekalipun, pasti ingin anaknya nanti jadi orang baik, alias tidak ikut jadi jahat seperti dirinya.

Bahkan dari sejak awal, banyak orang tua yang salah niat. Memasukkan anaknya ke pondok sebabnya ingin lepas dari beratnya tanggung jawab.
Karena anak bandelnya sudah kelewat batas, akhirnya bapak ibunya yang kewalahan dan angkat tangan memutuskan dibuang saja ke pesantren.

Sebagian lagi ada yang karena gensi semata. Anak orang lain dipondokkan di pesantren elit, malu lah kalau anaknya enggak ikut mondok.
Sehingga memondokkan anak hanya jadi ajang gengsi. Urusan bagaimana belajarnya nanti itu nggak terlalu penting, yang terpenting kesohor jadi santri di tempat yang khusus orang berduit.
Kalau sudah begini, tentu doa tulus dan peran orang tua untuk anaknya yang sedang nyantri menjadi hal yang dilalaikan.

Yang pertama terlalu pasrah kepada pondok sehingga menyerahkan sepenuhnya. Orang tua jadi minim peran, maunya tinggal duduk nunggu hasil.
Yang jenis kedua sebaliknya kelewat bawel. Karena merasa sudah membayar, dia berfikir bisa mengatur atau menyetir pihak pesantren yang mendidik anaknya.
Semoga Allah memberikan bimbingan kepada kita semua para orang tua, untuk tidak abai dalam ambil bagian berperan demi kesuksesan anak -anak kita di pesantren.

Semoga bermanfaat.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ANTARA BENAR & MERASA BENAR

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم Menjadi benar itu baik, Namun merasa benar, itu yang tidak baik. Akhl

19/06/2025 11:11 - Oleh Administrator - Dilihat 87 kali
“Jadilah Orang Tua yang Sadar, Bukan yang Merasa Selalu Benar”

Bismillah.... Kadang, tanpa sadar…Orang tua merasa paling tahu.Merasa paling benar.Merasa sudah cukup dengan kalimat, “Saya dulu juga pernah jadi anak.” Padahal zam

12/06/2025 07:26 - Oleh Administrator - Dilihat 138 kali
Sample Post 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 128 kali
Sample Post 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 144 kali
Sample Post 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 80 kali
Sample Post 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 85 kali
Pentingnya Pendidikan Agama bagi Anak

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ

15/01/2023 21:23 - Oleh Administrator - Dilihat 152 kali